Rabu, 25 September 2013

MANFAAT KAPUR DOLOMIT UNTUK MENANGGULANGI KONTAMINASI PADA BUDIDAYA MOINA



Pada kultur massal moina dalam bak outdoor seringkali ditemukan kontaminasi rotifera yang dapat menghambat produktifitas moina, kondisi ini sering terjadi apalagi pada saat musim penghujan. Pertumbuhan rotifera yang cepat dapat menjadi faktor kompetitor makanan dan parasit yang menempel bagi moina. Untuk menghindari ataupun menanggulanginya adalah dengan menjaga kualitas air dalam kondisi optimal bagi moina dan mempersempit faktor pendukung pertumbuhan rotifera, cara tersebut dapat dilakukan dengan menambahkan kapur dolomit yang bertujuan untuk meningkatkan pH. Diduga pada pH tinggi rotifera tidak dapat tumbuh maksimal sedangkan moina memiliki kisaran toleransi pH yang  lebih luas.


Metode sederhana yang dapat dilakukan yaitu dengan cara menambahkan dolomit pada media budidaya dengan dosis 100-500 ppm, hal ini bergantung dengan tinggi rendahnya pH awal sebelum dilakukan pengapuran. Pada saat pH awal media bernilai di bawah 7 maka pemberian dolomit dapat ditingkatkan pada dosis 500 ppm namun jika awal penebaran pH media telah menunjukan pH di atas 8 maka penambahan dolomit dapat dilakukan cukup dengan dosis 100 ppm saja. 



Demikian tips sederhana cara menanggulangi adanya kontaminan rotifera pada budidaya moina dengan media chlorella, namun demikian selain menanggulangi kontaminasi masih ada beberapa variabel penting lainnya yang menjadi penentu keberhasilan budidaya moina dengan media Chlorella, untuk selengkapnya silahkan baca disini.