Sabtu, 10 November 2012

SUMBER DAYA ALAM HAYATI : UDANG LAUT DALAM DI INDONESIA

Udang laut dalam Indonesia


Penelitian dan pemanfaatan udang laut dangkal di perairan Indonesia sudah banyak dilakukan, bahkan tingkat pemanfaatannya sudah cukup tinggi terutama di beberapa daerah perairan yang potensial diusahakan seperti laut arafura, laut jawa dan selat malaka. Sebagai upaya diversifikasi pemanfaatan biota sumber daya hayati yang memiliki peluang untuk diusahakan maka mulai dikaji sumber daya udang diperairan >200 m atau laut dalam selanjutnya disebut udang laut dalam.


Di perairan Indonesia sumber daya udang laut dalam belum dimanfaatkan sama sekali, hal tersebut disebabkan belum tersedianya informasi dasar seperti aspek biologi, ekologi, jenis-jenis, daerah penyebaran, dan teknologi penangkapan. Indikasi daerah penyebaran udang laut dalam di Indonesia tersirat dari hasil penelitian ekspedisi Snellius II tahun 1984 yaitu diketemukannya jenis udang caridea di perairan Indonesia, beberapa pakar juga menyebutkan adanya penyebaran dan konsentrasi udang panaeid yang terdapat pada kedalaman lebih dari 100 m di perairan Indonesia.

Udang laut dalam sebagian besar termasuk dalam divisi Carridea yang selanjutnya disebut udang carridea. Beberapa jenis udang yang termasuk divisi panaidea yang umum dijumpai diperairan umum laut dangkal juga ditemukan diperairan laut dalam. Jenis udang Carridea yang sering tertangkap dan dapat diperdagangkan secara komersial meliputi Heterocarpus woodmasoni, H sibogae, H gibbosus, dan Plesionika spp. Sedangkan jenis udang paneid meliputi parapaneus spp dan Metapenaeopsis liui. Habitat yang disenangi oleh udang laut dalam terutama dasar perairan yang terdiri dari pasir campur lumpur halus.

Daerah penyebaran udang laut dalam di perairan Kei dan Tanimbar terdapat pada kisaran 200-600 m, beberapa jenis yang termasuk family pandalidae, Panaeidae, Crangonidae, dan Polichelidae dapat mencapai kedalaman lebih dari 500 m. Pemusatan penyebaran udang di perairan Kei terutama pada kedalaman antara 300-400 m dan diperairan tanimbal 200-300 m.
Salah satu fenomena yang menarik adalah semakin ke arah selatan dari perairan tanimbar hingga daerah selatan Timor semakin sering dijumpai jenis udang H sibogae dan Metanephrops spp. Khusus untuk jenis Eugonotonotus chacei penyebarannya terutama terdapat disebelah utara kepulauan tanimbar.